Beranda > Uncategorized > [belajar] kelistrikan (HID lamp) – part 1

[belajar] kelistrikan (HID lamp) – part 1


Ada salah satu comment di artikel kmaren yang nanyain soal lampu Xenon..

Hendro :
klo atasi masalah nyala lampu yang jadi redup gara-gara ganti bolam
dari standar ke halogen xenon…tolong pencerahannya ya…

thanks

yang dia maksud mungkin dari Halogen ke Xenon kali yah?

Gw sendiri belum pengalaman dan belum tau banyak soal lampu yg satu ini..
tapi gw dapet beberapa referensi soal yang satu ini..

yo wis, coba gw bantu jelasin dikit dengan bantuan mbah gw (Mbah Google)..


OK, pertama-tama, gimana klo kita buat perumpamaan begini :

– Anda punya sebuah HP, dan didalam HP tersebut ada banyak
fitur, terutama fitur untuk Chatting, Camera, Browser internet,
layar besar dll
– Anda sering sekali pakai semua fitur tadi..

Lalu seberapa sering anda charge HP anda, jika anda pakai semua fitur tadi?

atau pakai perumpamaan gini..

– Anda punya bak penampung air
– banyak orang mengambil air dalam waktu bersamaan

lalu seberapa sering anda isi lagi bak tersebut?

 

🙂 Bak mandi sapa neeh..?

 
nah kita ganti ke isi perumpamaan ke motor..

Dalam motor, kita tau ada sebuah sumber listrik yg selalu mensupply listrik kepada motor kita.. sebuah generator listrik bertenaga putaran mesin adalah sumbernya (dlm perumpamaan = charger HP / kran air)

HID / Xenon menggunakan Ballast sebagai converter ke tegangan tinggi.. dan meskipun alat ini justru menggunakan daya kecil, namun ada bagian dalam elektronika yg sedikit bermasalah dengan daya (ada kumparan => fasa tegangan mendului arus, efisiensi daya turun).. walah.. repot deh.. pokoknya..🙂

🙂 HID lamp..

intinya, alat ini bakal menguras air dalam bak dalam waktu cepat.. ups, maksudnya bakal memakai daya lebih dari AKI sehingga AKI lebih cepat kosong.. itu hanya terjadi saat lampu xenon dihidupkan, karena butuh daya lebih untuk membuat tegangan tinggi yg dibutuhkan untuk menyalakan lampu xenon, dan kebutuhan daya berkurang saat lampu sudah menyala (hanya mempertahankan tegangan dan kontinuitas arus dalam lampu)

solusinya:

– perbesar bak mandi.. eh, maksudnya perbesar kapasitas AKI dan juga perbesar nilai maksimum arus di Rectifier (Kuprok / diodes-bridge)
– atau perbesar kran air.. halahh, maksudnya kumparan Dynamo hingga batas arus maksimalnya naik..🙂

 
Jadi dengan kapasitas bak air yg lebih besar atau kran air pengisian bak yg lebih besar.. maka diharapkan supply arus dari Spul dinamo motor masih cukup hingga tegangan spul ngga sempet drop (yg akibatnya lampu jadi redup)

semoga informasi ini cukup untuk bro Hendro..🙂

*yg ingin meralat isi artikel gw, silakan komentarnya..🙂

source:
– mbah google
– jalan-jaksa.indonesia-e.info
http://www.all-battery.com

  1. watta
    16/07/2010 pukul 8:31 pm

    pertamax Gan..

  2. watta
    16/07/2010 pukul 8:32 pm

    sekalian..

  3. watta
    16/07/2010 pukul 8:32 pm

    abisin podium..

  4. adi_aja
    15/10/2010 pukul 10:01 pm

    bak mandi sapa tuh?

  1. 14/07/2010 pukul 8:51 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: